Mahasiswa Basi, Kenapa Harus Malu
Mahasiswa Basi, Kenapa Harus Malu
Karena Saya Juga Mantan Mahasiswa Basi 😁😌
Hidup terkadang seperti bermain kartu remi. Meski kamu sudah
merencanakan dan mengira-ngira apa yang terjadi di babak hidup
berikutnya, sesekali kamu harus menghadapi “kartu” yang tak terduga.
Sama halnya dengan meniti cita-cita menjadi sarjana, terkadang kamu juga
harus dihadapkan dengan sandungan yang tak kamu kira sebelumnya,
sehingga kamu harus bertahan lebih lama dengan status mahasiswa
dibandingkan teman-temanmu yang lainnya.
Saat teman-temanmu sudah ditanya,“Kapan nikah? Kapan punya anak? “dan Kamu harus kenyang dengan pertanyaan,
“Kapan lulus?”
Status mahasiswa yang masih awet kamu sandang selama bertahun-tahun
membuatmu merasa tertekan oleh banyak hal. Tekanan dari orangtua, hingga
cita-cita yang tak kunjung harus ditunda, membuatmu makin frustrasi
setiap hari.
Tapi, jangan melarikan diri. Status mahasiswamu ini harus kamu hadapi dengan berani.Boleh jadi kamu adalah mahasiswa yang sukses menyelesaikan teori dan mengukir segudang prestasi. Tapi, kamu tak kunjung lulus hanya karena terganjal skripsi.
Menjadi mahasiswa tidaklah semudah menjalani studi seperti di SMA. Kebebasan untuk memilih berbagai mata kuliah atau mengambil bidang yang kamu minati adalah hal yang kamu miliki. Bukan hanya itu, kamu juga disuguhi dengan beraneka macam ragam aktivitas yang membuatmu tak sekadar mendengarkan dosen ceramah atau membaca diktat. Namun, hal ini bisa menjadi bumerang jika ternyata kamu tak pandai mengukir siasat untuk lulus cepat.
Dibandingkan hanya menjadi mahasiswa biasanya, kamu justru menjadi mahasiswa istimewa yang memilih sesuatu yang berbeda. Saat kuliah belum kelar, mungkin kamu memilih untuk sibuk menjadi aktivis kampus, mengikuti pertukaran pelajar ke berbagai negara, atau mungkin justru sibuk bekerja demi menjadi mahasiwa yang mandiri. Sampai-sampai kamu tak sadar bahwa waktu berjalan begitu cepat, dan ternyata masih ada tugas akhir bernama skripsi yang masih belum kamu penuhi.
"Ibarat berangkat dari rumah menuju stasiun untuk mengejar kereta. Setelah melewati lalu lintas padat dan panas, sekarang kamu sudah sampai di depan pintu gerbang. Perjuanganmu hanya tinggal menukar uang yang sudah kamu kumpulkan dengan tiket agar bisa menggunakan kereta yang sudah kamu pesan.
Sayang, uang itu tak kunjung selesai kamu tukar."




0 komentar :