Jangan Kembali

Jangan Kembali

Cinta Pasti Akan Pergi Meninggalkanmu Saat Dia Sudah Merasa Lelah Dan Merasa Tidak Dihargai 

Karena sedang dicintai oleh seseorang yang sampai tampak menyembah padamu, kamu boleh saja merasa bangga, merasa sangat laku, merasa sangat sempurna kamu juga boleh sombong dan pamer dihadapan dia yang saat ini sedang mengejar-ngejar cintamu.
Tapi ingatlah satu hal bahwa seseorang yang saat ini tengah mati-matian memperjuangkanmu dan selalu ingin bersamamu itu pasti akan merasa lelah lalu memutuskan untuk pergi dari menyembah cintamu karena dia sudah disadarkan dan sudah dibukakan hati dan fikirannya bahwa di luar sana ada yang lebih berharga dari dirimu.

Ingatlah, Bahwa Seseorang Yang Saat Ini Paling Mencintaimu Akan Pergi Dan Tak Kembali, Dia Bisa Diam Seribu Bahasa Dan Dia Akan Meninggalkanmu Dalam Sepi

Ada saatnya dimana seseorang yang saat ini paling merasa tidak bisa hidup tanpamu akan pergi meninggalkanmu, percayalah ketika dia memutuskan untuk pergi maka dia tidak akan pernah kembali lagi padamu. Dia tidak akan lagi sibuk menanyai kabarmu atau mengingatkanmu. Bahkan dia akan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padamu.
duapah.com

Posisikan Diri untuk Tidak Menyerah

Posisikan Diri untuk Tidak Menyerah

Masa depanmu bukan ditentukan oleh seberapa lama kamu kuliah, namun semangatmu untuk menolak kalah. Lalu, masih mau menyerah?

Waktu memang tak pernah bisa diputar kembali ke belakang. Selama ini mungkin kamu merutuki nasib yang telah membuatmu terhambat untuk lulus cepat. Dosen yang tak kunjung mengoreksi skripsian, kesibukan bekerja, atau kondisi kampus selalu menjadi kambing hitam. Semua yang sudah lewat biarlah lewat, tak perlu lagi kamu pusingkan. Mulai sekarang gak ada salahnya kamu buka mata dan membuat aksi nyata dengan  bergegas untuk menuntaskan kewajiban. Kamu bisa merubah keadaan jika kamu mau berjuang. Kamu bisa membuat menjadi sarjana kalau kamu mau menjadi skripsi jadi prioritas paling depan.
Tanpa harus sibuk menyesali diri, yakinlah terkadang lama tidaknya masa studi juga tidak menentukan kesuksesan di masa depan. Karena yang menentukan adalah seberapa keras kamu mau memperjuangkan meraih mimpi-mimpimu. Nah, jika menjadi sarjana adalah salah satu mimpimu, maka kenapa kamu harus menyerah dengan begitu mudah hanya karena satu kewajiban yang belum kamu tuntaskan?
"Ingat, kamu sudah sejauh ini. Jangan lari. Hadapi."
Menyandang mahasiswa tua karena lulusnya lama memang beban yang tak mudah. Tanpa harus menyesali keputusan-keputusan di masa lalu yang membuatmu terjebak dalam keadaan ini, bangun dan bergegaslah melakukan aksi untuk mewujudkan mimpi menjadi sarjana. Memang tidak mudah, tapi bukan berarti kamu tak bisa.
Tidak Cuma Kita

Tidak Cuma Kita

Tak kunjung lulus kuliah juga menjadi beban pikiran orangtua. Gak jarang, ini membuatmu serba salah pada akhirnya. Tapi jangan mengutuki apa yang belum bisa kamu beri. Sebaliknya, hadapi hutangmu itu dengan berani.

Orangtua adalah sosok penting dibalik semua yang terjadi padamu. Saat kamu tak kunjung lulus, terkadang mereka menjadi semakin rajin menanyakan kabarmu. Beberapa mungkin akan mendapatkan dukungan, tapi beberapa mungkin justru mendapatkan hal yang sebaliknya. Hal ini kerapkali membuatmu merasa frustrasi, hingga kamu memilih untuk menutup telepon setiap kali orangtuamu menghubungi. Atau mungkin kamu memilih untuk jarang pulang karena bosan jika harus ditanya-tanya.
Tanpa harus lari dari kenyataan, akan lebih bijak jika kamu mau menghadapinya dengan berani. Bolehlah kamu merasa menyesal karena tidak mampu menepati janji untuk lulus tepat waktu, tapi bukan berarti kamu harus mengutuki itu tiap hari. Bolehlah kamu merasa tak enak hati dengan orangtua yang sedikit kecewa karena kamu tak kunjung sarjana, tapi bukan berarti kamu harus melarikan diri dari “perhatian” yang mereka berikan. Gak ada salahnya kamu mulai bangun dan sibukkan dirimu dengan apa yang bisa kamu berikan pada mereka, misalnya menyiapkan kapan kamu akan pendadaran.
"Inilah saatnya kamu tunjukkan pada meraka bahwa kamu tak diam saja, tapi kamu juga berjuang sekuat tenaga."

Lulus lama itu bukan berarti kamu tak punya kemampuan untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Kamu hanya bukan orang yang menempatkannya jadi prioritas kesatu.

Tak dapat dipungkiri, orang yang lulus lebih dari tenggang waktu normal akan membuatmu rela mendapatkan cap “tidak niat” atau “bodoh”. Padahal, kamu lulus lama bukan karena kamu tak mempu menyelesaikan masalah atau membuat makalah. Tapi karena kamu menempatkan studi menjadi nomor sekian. Tak seperti teman-temanmu yang lulus tepat waktu karena hanya fokus kuliah, kamu justru sibuk dengan kegiatan yang beraneka ragam.
Tanpa harus menyerah menyerah di tengah jalan, maka sekarang saatnya kamu unjuk gigi bahwa kamu juga bisa melakukan hal yang sama seperti teman-temanmu lainnya. Bagimu, lulus hanya soal waktu.
"Jadi akankah kamu bangun lagi dan mengambil antrian terdepan untuk memesan kereta untuk menjemput mimpi lainnya?"
Kampus Menjadi Penjara

Kampus Menjadi Penjara

Rasa takut datang ke kampus sering membuntutimu layaknya hantu. Tapi tahukah kamu hal itu SAMA SEKALI tak membantumu?

Saat status mahasiswa sudah kamu jabat melebihi waktu yang ditentukan, maka gak jarang kamu akan terserang rasa takut untuk melangkahkan kaki ke kampus. Layaknya hantu, bayang-bayang tidak menyenangkan akan menyelimuti pikiranmu sejak bangun pagi. Kamu khawatir jika semua aparat kampus akan kaget jika ternyata kamu masih menjadi mahasiswa, kamu malu jika penjaga perpus akan mempertanyakan kenapa kamu masih saja sibuk di sana. Kamu mungkin juga khawatir jika adik angkatan akan menganggapmu mahasiswa yang tak bisa menyelesaikan kuliah. Hingga dosen pembimbing yang jadi tampak mengerikan juga ada dalam pikiran saat kamu mulai membayangkan kampus yang dulu menyenangkan.
Tapi ketakutanmu itu sebenarnya ada di kepalamu sendiri. Cobalah ingat kakak-kakak kelasmu yang kelulusannya juga sempat tertunda. Apakah kamu pernah menertawai mereka? Apakah kamu pernah mendengar ibu penjaga perpus atau bapak kantin membicarakan mereka dengan nada meremehkan? Tidak, bukan? Cepat atau lama, semua orang menghargai jika kamu memang berusaha.
"Boleh jadi orang-orang yang mempertanyakan kabarmu yang tak kunjung lulus menganggu pikiranmu, tapi kamu juga perlu tahu bahwa memikirkan itu terus-terusan tidak akan membantumu meraih tujuan. Satu-satunya yang akan membantu adalah papan ketik, Microsoft Word, dan tanganmu"
Rasa takut itu layaknya hantu, dia membuntutimu sampai kapanpun tanpa pernah mau membantumu menyelesaikan masalah, tapi justru membuatmu semakin menjauh dan tak menyelesaikannya. Mungkin kamu lelah, gak ada salahnya mulai sekarang kamu hadapi ketakutanmu dengan caramu. Kamu bisa mengingat senyum orang-orang yang tercinta bila lulus segera atau impian yang selama tertunda karena syarat sarjana yang belum kamu genggam.
"Bukankah hidup adalah investasi? Dari pada mengutuki rasa takut, kenapa tak kamu gunakan energimu untuk menuntaskan skripsi?"
Buat Apa Menyesal

Buat Apa Menyesal

Kesuksesan memang harus kamu perjuangkan sendiri. Jadi, tak perlu frustrasi saat harus berada di kampus yang sudah tak familiar lagi.

Tak kunjung lulus kuliah terkadang membuatmu serba salah. Kamu dituntut untuk rajin datang ke kampus, tapi kamu justru enggan melangkahkan kaki karena kampus sudah tak lagi seasyik dulu. Banyak hal yang melatarbelakangi, mulai dari tak ada lagi sahabat dekat yang dulu selalu makan bersama sehabis kelas, teman-teman seperjuangan yang tak bisa kamu sapa saat melewati depan kelas. Dan mungkin pemandangan orang-orang asing yang sudah tak kamu kenal lagi. Bagimu, kampus serasa menjadi tempat yang asing.
Alih-alih kamu memutuskan untuk menyerah karena merasa kesepian, padahal kesuksesan itu terkadang hadir diwujudkan tak harus gerombolan. Sesekali kamu harus menjadi mandiri untuk membuat impianmu menjadi nyata. Kamu tak harus merasa sendirian atau merasa malu dilihat adik-adik angkatan, toh mau bagaimanapun mereka juga akan melakoni hal yang sama sepertimu sekarang.
"Setiap mahasiswa kuliah ibarat orang-orang yang sedang mencari tiket bepergian. Lulus cepat atau lama adalah perkara siapa dulu yang mau mengantri di depan.
Kamu memang ada di barisan belakang. Tapi percayalah, kamu akan bisa maju ke depan jika bersabar, bukannya malah kabur dari antrian"
Mahasiswa Basi, Kenapa Harus Malu

Mahasiswa Basi, Kenapa Harus Malu

Karena Saya Juga Mantan Mahasiswa Basi 😁😌

Hidup terkadang seperti bermain kartu remi. Meski kamu sudah merencanakan dan mengira-ngira apa yang terjadi di babak hidup berikutnya, sesekali kamu harus menghadapi “kartu” yang tak terduga. Sama halnya dengan meniti cita-cita menjadi sarjana, terkadang kamu juga harus dihadapkan dengan sandungan yang tak kamu kira sebelumnya, sehingga kamu harus bertahan lebih lama dengan status mahasiswa dibandingkan teman-temanmu yang lainnya.
Saat teman-temanmu sudah ditanya,
“Kapan nikah? Kapan punya anak? “
dan Kamu harus kenyang dengan pertanyaan,
“Kapan lulus?”
Status mahasiswa yang masih awet kamu sandang selama bertahun-tahun membuatmu merasa tertekan oleh banyak hal. Tekanan dari orangtua, hingga cita-cita yang tak kunjung harus ditunda, membuatmu makin frustrasi setiap hari.
Tapi, jangan melarikan diri. Status mahasiswamu ini harus kamu hadapi dengan berani.

Boleh jadi kamu adalah mahasiswa yang sukses menyelesaikan teori dan mengukir segudang prestasi. Tapi, kamu tak kunjung lulus hanya karena terganjal skripsi.

Menjadi mahasiswa tidaklah semudah menjalani studi seperti di SMA. Kebebasan untuk memilih berbagai mata kuliah atau mengambil bidang yang kamu minati adalah hal yang kamu miliki. Bukan hanya itu, kamu juga disuguhi dengan beraneka macam ragam aktivitas yang membuatmu tak sekadar mendengarkan dosen ceramah atau membaca diktat. Namun, hal ini bisa menjadi bumerang jika ternyata kamu tak pandai mengukir siasat untuk lulus cepat.

Dibandingkan hanya menjadi mahasiswa biasanya, kamu justru menjadi mahasiswa istimewa yang memilih sesuatu yang berbeda. Saat kuliah belum kelar, mungkin kamu memilih untuk sibuk menjadi aktivis kampus, mengikuti pertukaran pelajar ke berbagai negara, atau mungkin justru sibuk bekerja demi menjadi mahasiwa yang mandiri. Sampai-sampai kamu tak sadar bahwa waktu berjalan begitu cepat, dan ternyata masih ada tugas akhir bernama skripsi yang masih belum kamu penuhi.

"Ibarat berangkat dari rumah menuju stasiun untuk mengejar kereta. Setelah melewati lalu lintas padat dan panas, sekarang kamu sudah sampai di depan pintu gerbang. Perjuanganmu hanya tinggal menukar uang yang sudah kamu kumpulkan dengan tiket agar bisa menggunakan kereta yang sudah kamu pesan.
Sayang, uang itu tak kunjung selesai kamu tukar."

Saking lamanya waktu yang kamu butuhkan untuk “menukar uang” alias menyelesaikan skripsi, kamu tak lagi percaya akan kemampuan diri sendiri. Kamu tak merasa punya ilmu yang mumpuni untuk segera membuat naskah pendadaran. Padahal, segala keraguan itu hanya membuatmu bertambah jauh dari “keretamu”. Ayo !!! Kejarlah kereta itu sebelum benar-benar meninggalkan stasiun. Kamu masih punya waktu. 👍💪

#ayo_lulus #mantan_mahasiswa_basi #univ.trunojoyo_madura
Sebagai Seorang Mahasiswa

Sebagai Seorang Mahasiswa


Kualitas Dirimu Ada Di Lingkungan Kampus Mu

Mahasiswa..? Bukan lagi Siswa. Maha adalah kata yang bermakna lebih berada di atasnya, secara logika Mahasiwa adalah Mahanya Siswa, yaitu siswa yang sudah dewasa, seorang mahasiswa sudah tahu betul apa yang harus dilakukan untuk masa depannya. Karna itu seorang mahasiswa mempunyi tujuan dalam dunia perkuliahan untuk lebih dalam mengasah diri, membimbing diri, bahkan meratap dan mengadu diri pada kehidupan yang keras. 

Banyak yang bilang bahwa hidup itu keras, kalau boleh saya tanya "Lebih keras dari apa ?", Mati ..?. 

Jika kamu beranggapan seperti itu, hidupmu tak pernah punya tujuan, karna apa ? karna hidupmu dipenuhi dengan kegelisahan, merenungi kehidupan yang tak kunjung berubah. Andai kamu tahu, hanya dirimu yang bisa membuat hidupmu berubah. Tak perlu melihat gaya orang lain untuk dijadikan cermin, jadilah cerminan untuk dirimu sendiri itu lebih baik. Apa yang bisa kau lakukan hari ini, lakukanlah. Tak perlu menunda-nunda satu kesempatan yang terlintas di depan mata. 
Sungguh sangat banyak hal yang harus kita lakukan dan harus kita pertanggung jawabkan, salah satunya adalah mahasiswa harus berani bereaksi solutif untuk keadaan sosial saat ini baik itu dalam lingkup regional maupun nasional. 

Kali ini saya akan mencoba untuk berbagi refleksi yang telah saya lakukan dalam hal tanggung jawab sebagai mahasiswa. Jika kita melihat mahasiswa saat ini, mereka cenderung menikmati teknologi dengan serangkayan media sosialnya dan mulai melupakan hal hal yang harus mereka lakukan untuk masa depan bangsa ataupun dirinya sendiri. Mengapa hal hal seperti itu bisa terjadi? Karena mahasiswa saat ini lebih cenderung menginginkan hal hal yang instan atau cepat mereka dapatkan. Dan hal itu adalah teknologi yang semakin canggih sehingga membuat mereka bermalas malas dalam hal membuka buku, berdiskusi dalam sekala kecil, menganalisa sosial di sekitar mereka dll. Hal itu yang kemudian membuat mahasiswa sibuk dengan media sosial sehingga lupa tanggung jawab mereka untuk bangsa.

Apakah seperti itu mahasiawa? Saya rasa tidak, karena hal hal tersebut di atas yg tetap harus kita lakukan dan kita pertahankan untuk setidaknya mulai berfikir masa depan bangsa atau minimal masa depan diri sendiri. Hal itu yang sering mereka lupakan hanya karena mereka terlalu asik dengan akun media sosial mereka masing masing. Hampir di setiap kampus ada macam macam mahasiswa yang seakan akan mereka tak mempedulikan masa depan bangsa. Jangankan masa depan bangsa, masa depan diri sendiri saja belum tentu, semua terjadi karena pengaruh dari teknologi. 

Hari ini mahasiswa gengsi ke kampus kalau tidak memegang HP bagus 😓😓😓, keren dan bisa buat selfie. Seakan akan kampus hari ini sudah menjadi tranding topik di media sosial dari saking banyaknya mahasiswa yang mengupload fotonya ketika berada di kampus. Lalu kita juga lihat hampir seluruh mahasiswa kenal yang namanya ngopi. Ngopi seakan sudah merupakan rutinitas mahasiswa setiap malam. Bahkan sampai terdengar kata kata "kalau tidak ngopi bukan mahasiswa", katanya. Entah mungkin mereka yang hanya ikut ikutan senior mereka yang suka ngopi atau memang mempunyai agenda sehingga membuat mereka harus ngopi.
Idealnya mahasiswa ya harus bisa menguasai semua aspek baik dalam ilmu pengetahuan ataupun dalam sosial masyarakat. Karena hal itu yang kemudian akan mereka bawa ke masyarakat ketika mereka sudah selesai menjadi mahasiswa. Dan hal itu juga yang nantinya akan berguna untuk bangsa di masa yang akan datang. Tetapi ternyata hal itu tidak sejalan dengan realita mahasiswa saat ini. Saat ini, mahasiswa lebih cenderung untuk saling membenci sesama mahasiswa yang mempunyai mindset yang berbeda. Ada dari mereka yang mengatakan bahwa dia anti terhadap organisasi ekstra kampus dan ada pula yang anti terhadap organisaai intra kampus. 
Lalu mereka tak pernah bisa bersatu, bagaimana mau bersatu untuk membangun masa depan bangsa? Di kampus saja mereka tak bisa bersatu. Bagaimana mereka akan berfikir masa depan bangsa, sementara saat ini mereka sibuk untuk berdebat sesama mahasiswa.
Apakah tidak lebih baik jika semua mahasiswa yang sok anti itu merubah mindset mereka untuk mulai berfikir tentang masa depan bangsa? Mungkin sampai disini saja refleksi kegalauan saya hari ini tentang mahasiswa hari ini yang terkesan kritis tetapi tidak pernah menemukan kata solusi. Mungkin hari ini mahasiswa sudah termakan oleh perang ideologi yang lebih berbahaya dari perang dunia II.
Apabila sahabat merasa tersinggung, saya mohon maaf untuk hal itu, karena saya pribadi tidak bermaksud untuk menyinggung, melainkan hanya ingin menyampaikan kegelisahan saya sebagai seorang mantan mahasiswa.

Jangan Jadikan Bosan Sebagai Jalan Pintas

Jangan Jadikan Bosan Sebagai Jalan Pintas    Pernah nggk sih kalian merasa bosan terhadap pasangan kalian sendiri. Bahkan sam...

HOODLES

Gumbo beet greens corn soko endive gumbo gourd. Parsley shallot courgette tatsoi pea sprouts fava bean collard greens dandelion.

JACKETS & SUIT

Gumbo beet greens corn soko endive gumbo gourd. Parsley shallot courgette tatsoi pea sprouts fava bean collard greens dandelion.

SPORT SHOES

Gumbo beet greens corn soko endive gumbo gourd. Parsley shallot courgette tatsoi pea sprouts fava bean collard greens dandelion.

 
Created By SoraTemplates | Distributed By MyBloggerThemes