Tidak Cuma Kita
Tidak Cuma Kita
Tak kunjung lulus kuliah juga menjadi beban pikiran orangtua. Gak jarang, ini membuatmu serba salah pada akhirnya. Tapi jangan mengutuki apa yang belum bisa kamu beri. Sebaliknya, hadapi hutangmu itu dengan berani.
Orangtua adalah sosok penting dibalik semua yang terjadi padamu. Saat kamu tak kunjung lulus, terkadang mereka menjadi semakin rajin menanyakan kabarmu. Beberapa mungkin akan mendapatkan dukungan, tapi beberapa mungkin justru mendapatkan hal yang sebaliknya. Hal ini kerapkali membuatmu merasa frustrasi, hingga kamu memilih untuk menutup telepon setiap kali orangtuamu menghubungi. Atau mungkin kamu memilih untuk jarang pulang karena bosan jika harus ditanya-tanya.Tanpa harus lari dari kenyataan, akan lebih bijak jika kamu mau menghadapinya dengan berani. Bolehlah kamu merasa menyesal karena tidak mampu menepati janji untuk lulus tepat waktu, tapi bukan berarti kamu harus mengutuki itu tiap hari. Bolehlah kamu merasa tak enak hati dengan orangtua yang sedikit kecewa karena kamu tak kunjung sarjana, tapi bukan berarti kamu harus melarikan diri dari “perhatian” yang mereka berikan. Gak ada salahnya kamu mulai bangun dan sibukkan dirimu dengan apa yang bisa kamu berikan pada mereka, misalnya menyiapkan kapan kamu akan pendadaran.
"Inilah saatnya kamu tunjukkan pada meraka bahwa kamu tak diam saja, tapi kamu juga berjuang sekuat tenaga."
Lulus lama itu bukan berarti kamu tak punya kemampuan untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Kamu hanya bukan orang yang menempatkannya jadi prioritas kesatu.
Tak dapat dipungkiri, orang yang lulus lebih dari tenggang waktu normal akan membuatmu rela mendapatkan cap “tidak niat” atau “bodoh”. Padahal, kamu lulus lama bukan karena kamu tak mempu menyelesaikan masalah atau membuat makalah. Tapi karena kamu menempatkan studi menjadi nomor sekian. Tak seperti teman-temanmu yang lulus tepat waktu karena hanya fokus kuliah, kamu justru sibuk dengan kegiatan yang beraneka ragam.Tanpa harus menyerah menyerah di tengah jalan, maka sekarang saatnya kamu unjuk gigi bahwa kamu juga bisa melakukan hal yang sama seperti teman-temanmu lainnya. Bagimu, lulus hanya soal waktu.
"Jadi akankah kamu bangun lagi dan mengambil antrian terdepan untuk memesan kereta untuk menjemput mimpi lainnya?"





0 komentar :